kaos Suku Bangsa Maya

Kaos Suku Bangsa Maya

Kaos Couple Look (Kaupeluk) : Ki Amat Nyi Amat

Galeri Kaos Lain disini

Kalender Bangsa Maya
(bagian 2)
bagian satu klik di sini

Tidak bisa dipungkiri alam semesta ini akan Kiamat. Kiamat juga bisa berarti Kita Akan Mati. Itu sesuatu hal yang sudah pasti. Just The question of when. Tinggal menunggu hari 'H' entah itu Henin, Helasa, Habu, Hayo embuh,,kita nggak tau.
kita bertemu di sini sebagai pelaku bisnis.
Kita inilah Suku Bangsa Maya. Kita tinggal di Provinsi Google, Kabupaten Facebook, Kecamatan Yahoo. Desa Twitter, ada RT, nggak ada RW.
di Suku Bangsa Maya ini kita juga mengenal KUD (Koperasi Unit Domain) aktivitasnya juga dinamakan KUD (Kegiatan Upload Download), kita mengenal Poskamlink (Posting, Komentar, nge-Link).
Bisnis di Suku Bangsa Maya itu ajaib, jualan apa aja laku. dari pakaian hingga makanan-pun juga laku. beberapa yang ajaib antara lain: Taj Mahal (Tempat Jajan Makanan Halal), Borobudur (Borong borong e bayarnya mundur), Piramida (sePi Rame tetep Mikirin Dagangan),Taman Babilonia (haram, mengandung babi). ada yang cuma sambilan, biasanya tugas pokoknya Ternak teri (nganTer anak nganter istri)...pokoknya pokok deh..
kita berharap agar terjauh dari praktek Korupsi. mereka -para koruptor- tinggalnya di sebuah Galaksi, namanya Bima Sakti (Bikin MAsyarakat Sakit haTi). Kita bertekad untuk bisnis dengan jujur. meskipun nasi sudah menjadi jujur..karena kita sadar, Bisnis itu Bisikan Manis, ada yang baik ada yang menjerumuskan..
tugas kita sekarang adalah membuat Kalender, Penanggalan. Apa yang ditanggalkan?
tanggalkan sifat tamak, iri dengki, tinggi hati, semua itu nggak penting.
Kalender kita berisi hari-hari penuh kebaikan, saling berbagi, saling mencintai..istri sendiri-sendiri.

Informasi Kaos Bangsa Maya:
Price: 65.000
Size: M, L, XL, XXL

kaos Couple Kiamat Nyi Amat:
price: 120.000

size
cowok: M, L, XL, XXL
cewek: M, L, XL

Pesan atau menjadi Distributor/ Agen, hubungi:

SMS : 0815 7874 1797
telp. 0271.9256862


Y!M: tombroati@yahoo.com
email dan FB: tombroati@yahoo.com

transfer ke rek. BCA
a.n Wahyu Lies Sundoro: 393.0276.986
atau rek. BRI
a.n Dyan Proboning Artati: 3022.01.0000.95.501


konfirmasi setelah transfer bisa lewat SMS
barang dikirim dengan jasa TIKI atau POS, atau Travel, Expedisi.

Liputan The Jakarta Globe


Today, November 24th 2009, we herewith are (me and Arul Be-Plezz) narsis on Jakarta Globe
how can it be? it is biasa wae kok, nothing special, however its also a wonderful ATL ( Above The Line) Media.
Jakarta Globe is printed in Jakarta by:
PT Jakarta Globe Media
Kawasan Bisnis Granadha, Plaza Semanggi 9th Floor,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 50, Karet Semanggi, Jakarta 12930
this is a little interview (wawancanda) between me and Jakarta Globe:

Despite having college degrees and steady jobs, cousins Wahyu Lies Sundoro and Masrul “Arul” Harindra set out in 2004 to turn their talent for wordplay into a viable T-shirt business.

After more than 80 rejections from potential investors, the pair finally ran into some money and launched their own brand in Yogyakarta.


What got you guys into the T-shirt business? Why not just find a good career instead?

Wahyu:
I remember what Sukarno said in his speech on Dec. 19, 1947, in Yogyakarta: “Yogyakarta has been famous for its free spirit, so keep the free spirit alive.” That inspires me a great deal. Yes, I want to be free and independent. I want to control, not to be controlled. In college, my goal was not to pass the exams and graduate and then look for a job. Instead, I wanted to create a job opportunity after I graduated. Opportunity is something to be created.

Arul:
I once worked at a construction company but my heart just wasn’t in it. My entrepreneurial spirit needed freedom. That’s why I run my own business. Establishing my own business has always been my dream.

How did you deal with failures in establishing your business?

Wahyu:
It turned out that those seminars I attended and the motivational books I read came in handy. I got so much inspiration from them. Basically, running a business is like riding a bicycle. If you don’t pedal, then it won’t go anywhere. But if we ride the bike, we can go places, despite the risk of falling down. It does not matter if you fall. The important thing is that you get up after you fall.

Arul: Since I like doing business, I enjoy every moment of my success and see my failures as a learning process. I read a lot of books, I attended many seminars and workshops. It all helped me in conducting my business.

As young people, what do you think of your generation?


Arul: To be honest, I’m quite concerned by the fact that a lot of young Indonesians do not have dreams of becoming “somebody.” They just wait for job offers or wait for help from relatives, and so on.

Wahyu: I see the positive and the negative things. The positive is that more young Indonesians are becoming businessmen. We can see them in HIPMI [Association of Young Indonesian Entrepreneurs] or in TDA [ Tangan di Atas, or Upper Hand, business community]. The negative is there are still a lot of young people involved in drugs. I have some advice for them: “Hang out with a blacksmith, you get burned. Hang out with a perfume seller, and you’ll smell good.”

What do you think of young people’s involvement in politics?


Arul: It’s great. Our politics will be filled with fresh and new thinking. Hopefully, their spirit and the older politicians’ wisdom can combine to do good.

What do you think young people should be like?

Arul: They should have dreams, the persistence to chase their dreams and the spirit to become better people. If all Indonesians can have those qualities, I’m sure it’s only a matter of time until Indonesia becomes a developed country.

Back to your work, how do you run your business?

Wahyu: Believe it or not, most of my T-shirts are bought by online orders. All I had to do was create a Web site and blog to advertise my product. Selling T-shirts through Facebook is also awesome. I never knew that Facebook could be such a great promotional tool. I always try to give my best for my customers.

However, above all, you have to love your business, you have to be the best at what you do. It should have economic value — which my T-shirts do — and finally, it must help others by giving them job opportunities. I have at least 20 employees and it makes me very happy.

Arul:
The businessmen’s association I joined has given me lots of good advice. Through them, we can connect with other young entrepreneurs. I often get purchases from them, or at least recommendations from them.

What should the government be doing to help young people achieve their potential?


Arul: The government should provide more facilities for young people from low-income families. There are a lot of poor young people with great potential. The government must give them an opportunity to develop that.

As a young businessman, I found there’s a lack of government support for us. There is very little aid being given for business development. Even when there is aid, say capital from public banks, it’s very small. The thing is, the government should support young people to become more economically independent so that they won’t become a burden on the country in the future.

Wahyu: The government must know about the conditions young Indonesians face when they go overseas to become migrant workers — in Malaysia, for instance. They only become servants or unskilled laborers.

On the other hand, many expats come here and they have good salaries. I think the government must do something about it, starting from the elementary school level. The Ministry of Education should create a curriculum that encourages young people to become entrepreneurs.

Has your business done as well in Jakarta as it has in other cities in Java and Sumatra?

Wahyu: I just opened a new shop in Depok, actually. Hopefully, it will be the beginning of conquering Jakarta.

Terjemahannya:

Saya teringat apa yang dikatakan Bung Karno :" Jogjakarta menjadi termasyhur karena jiwa-jiwa kemerdekaan-nya, hidupkanlah terus jiwa-jiwa kemerdekaan itu"..
kemudian terdengar suara pring (bambu) pecah:
PREK!!! KESUWEN!!!

kontak dan takon:

Wahyu Liz Adaideaja
081578741797
02719256862

Suku Bangsa Maya

kalender Maya

peninggalan suku bangsa Maya

Maya juga

Kaos 2012

Maya, suku Indian Amerika Latin, memiliki tiga sistem kalendar yang dipakai bersamaan. Di satu kalendar, satu tahun memiliki panjang 265 hari, satu lagi 260 hari, dan satu lagi–disebut perhitungan panjang–akan berakhir pada 2012 itu.

Penanggalan perhitungan panjang itu memiliki unit:

1 hari = kin
20 kin = uinal
18 uinal = tun
20 tun = katun
20 katun = baktun
Lingkaran panjang=13 baktun

Bandingkan dengan penanggalan masehi yang lazim digunakan dunia saat ini yakni:

30/31 hari = bulan (kecuali Februari yang 28/29 hari)
12 bulan = tahun

Dengan perhitungan panjang itu, satu baktun memiliki panjang 144.000 hari atau sekitar 400 tahun. Saat ini penanggalan masuk baktun ke-13.

Pada 20 Desember 2012 itu, penangalan Maya menjadi
12 baktun
19 katun
19 tun
17 uinal
19 kin.

Sehari berikutnya akan masuk baktun ke-14 yakni

13 baktun
0 katun
0 tun
0 uinal
0 kin

Sejumlah ahli, seperti dari badan antariksa Amerika Serikat, menyatakan bahwa pada penanggalan Maya akan mulai lagi pada tanggal 1. Tidak dijelaskan apakah masuk baktun ke-12 atau mulai lagi dari titik awal seperti beberapa ribu tahun silam atau masuk ke baktun ke-14.
Kalau mBaktun yang jualan Katun itu adalah langganan saya, Katun Kombed untuk bikin kaos saya..
Suku Maya sendiri, menurut Susan Milbrath, kepala bagian seni dan arkeologi Amerika Latin di Museum Florida, tidak menyebutkan dunia bakal berakhir jika baktun ke-13 ini selesai.

Menurut Saya, Suku Bangsa Maya ya kita-kita ini, penghuni Bloggger, Facebook, Twitter, dll.
jadi sekarang saatnya intropeksi diri, bikin kalender sendiri, terutama kalender perhitungan apakah diri kita lebih banyak berbuat baik atau berbuat jahat.

Wahyu Liz Adaideaja
081578741797
add FB: tombroati@yahoo.com

Liputan Media tentang Adaideaja

Adaideaja Berawal dari sebuah Ide untuk Bisnis sampingan


Liputan adaideaja di web usaha-sampingan.net
Bisnis usaha sampingan kaos kreatif ini memang awalnya iseng, hobi yang menyenangkan yang pada akhirnya menghasilkan.
Saya memulai bisnis kaos plesetan kreatif ini sudah lama, 2 tahun lebih, bahkan awalnya dulu multimedia yang khusus menangani desain kreatif dasn lucu, edutaintment, education entertaintment yang semua itu hobi saja, nggak ada hubungannya sama kuliah saya (Kimia UGM)
Namun pada akhirnya hobi saya tersebut berkembang menjadi sesuatu yang menurut saya harus bermanfaat bagi orang banyak, minimal menginspirasi.
Kaos saya yang kemudian menjadi distro plesetan kreatif ini sekarang berkembang ke arah apparel, untuk kaos balita tengil, dan kaostomat untuk yang dewasa.
Anda yang bermaksud menjalin kemitraan dalam memulai usaha distro kaos ini dapat terlebih dahulu melihat-lihat galerry kaos kreatif saya, silahkan klik aja untuk katalognya di sini
atau untuk yang kaos balita di sana

Kontak saya:
Wahyu Liz Adaideaja
081578741797
02719256862
YM dan add FB; tombroati@yahoo.com

Kaos Couple Look (Kau Peluk)

Kaos Couple Look KATAKAN CINTA

Kaos Couple Look delovin

Kaos Couple Look KATAKAN CINTA (hitam)

Kaos Facebook Lucu

Blogtery

Kaos Tikus Sit Up

Gambar disain produk Kaos Kreatif yang lain tengok aja di sini
full Katalog silahkan download di sana

Price Kaos Couple Look: Rp 120.000,-

Pemesanan lewat
SMS : 0815 7874 1797
telp. 0271.9256862


Y!M: tombroati@yahoo.com
email dan FB: tombroati@yahoo.com

transfer ke rek. BCA
a.n Wahyu Lies Sundoro: 393.0276.986
atau rek. BRI
a.n Dyan Proboning Artati: 3022.01.0000.95.501

konfirmasi setelah transfer bisa lewat SMS
barang dikirim dengan jasa TIKI atau POS, atau Travel, Expedisi.
.

Piknik ya wajib ber-Kaos

Hari liburan telah tiba, lebaran, kenaikan kelas, akhir tahun, obyek wisata penuh.
saat panen buat perajin souvenir, baik itu pernak-pernik maupun berupa kaos.
Kaos piknik biasanya tulisan dan gambarnya ya tentang obyek wisata yang terkait.
di tangan dingin maestro narsis bernama Wahyu Liz, kaos piknik tak lagi norak, hanya bertulis Borobudur aja, hanya bertulis prambanan, hanya bertulis tangkuban perahu saja, tapi semua diplesetkan dengan lincahnya.
contohnya Kaos Tangkuban Perahu, tulisannya ya Sang Kuriang Ajiar...gituu jadinya lucu unik, kaos kontemporer pokonya.

Mengapa harus lucu?
  1. biar laku
  2. nggak biasa bikin yang anyep, ra lucu
  3. kontemporer, kesan kreatip dapet
  4. nggak norak
  5. mendukung pariwisata/ mendongkrak omzet lho, devisa
Bekerjasama dengan tour dan travel, sekarang perajin kreatip bisa masuk ke area piknik, agar supaya lebih meriah dan rame, simbiosis mutualisme..antara swasta dengan pemerintah juga, terutama Departemen Pariwisata.
Jangan bingung semisal ada ide untuk bikin kaos piknik di obyek wisata terdekat bikin aja, kami bantu ide desain-nya, yang lucu, kreatip, tengil.. siip!

Wahyu Liz
Departemen Pariwis yo wis
081578741797
02719256862
YM dan FB: tombroati@yahoo.com
twitter:
http://www.twitter.com/WahyuLiz

mesin overdeck buat njahit kaos

untuk menjahit kaos digunakan mesin jahit overdeck
banyak sekali penjelasan mengenai mesin-mesin konveksi terutama mesin jahit untuk membuat sebuah kaos.
Para pengusaha konveksi umumnya memiliki banyak jenis mesin jahit. namun karena kita sebagai pengusaha distro nggak mau pusing mikir jahitan, mending mikir njualnya aja. kalau masalah menjahit serahkan pada ahlinya.
yang penting adalah ketika kita dapet pesenan dengan kuantitas besar jangan sampai turun kualitas. Itu yang saya terapkan untuk industri kaos kecil saya.

informasi mengenai cara memulai usaha kaos atau info kemitraan dengan kami, hubungi saja:

Wahyu Liz
081578741797
02719256862
YM dan FB: tombroati@yahoo.com

Alamat Office Solo:
Madu Asri C 46, Colomadu, Solo 57175